Cerita Singkat Benteng Vredeburg Yogyakarta

Helloindonesia.idYogyakarta merupakan salah satu kota yang di juluki sebagai miniatur indonesia, karena hampir semua orang indonesia yang tinggal disitu. terlepas dari semua itu jogja juga memiliki sejarah yang panjang dalam berdiir nya negara indonesia, maka dari itu banyak di temukan nya peninggalan bersejarah mulai dari bangunan hingga berbagai macam senjata perang. berikut sedikit cerita salah satu bangungan bersejarah di kota yogyakarta. yaitu benteng vredeburg.

Benteng Vredeburg Jogja merupakan sebuah bangunan yang lokasinya berada di seberang Istana Kepresidenan. Bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan yang menjadi lokasi wisata Jogja yang berada di Jalan A. Yani atau di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta dan berada satu ruas dengan Jalan Malioboro. Bangunan ini awal mulanya terkenal dengan nama Benteng Rustenburg yang dibangun sekitar tahun 1760 an.

Sejarah berdirinya Benteng Vredeburg, diusulkan oleh Belanda lewat utusan Gubernur W.H Van Ossenberch, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan Pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Butuh waktu 5 tahun untuk merealisasikan ide dari Belanda tersebut, karena harus menunggu restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono I. Pembangunan Benteng Vredeburg sebenarnya hanya menyempurnakan bangunan yang sudah ada sebelumnya, Benteng Rustenburg. Frans Haak adalah arsitek yang ditugaskan untuk memimpin pembangunan Benteng Vredeburg di Yogyakarta. Kemudian nama Benteng Rustenburg diganti nama dengan nama Benteng Vredeburg Yogyakarta yang mempuanyai makna Perdamaian.

Denah Benteng Vredeburg Jogja berbentuk persegi dan lokasinya mengadap ke arah barat. Ada sebuah jembatan sebelum memasuki gerbang utama, ini digunakan sebagai jalur penghubung utama yang digunakan sebagai jalan untuk masuk dan keluar Benteng Vredeburg di Yogyakarta. Pintu gerbang masuk benteng ini mempunyai ciri khas arsitektur beragaya klasik Eropa (Yunani Romawi). Ini terbukti dari bagian tympanium terdapat empat pilar penyangga yang bergaya Doric.

Sebenarnya Benteng Vredeburg adalah milik resmi Kesultanan Yogyakarta. Namun atas kepentingan Belanda, Benteng Vredeburg Yogyakarta ini akhirnya berpindah kepemilikan pada Pemerintahan Belanda (VOC) dalam pengawasan Nicolaas Harting (Gubernur Direktur Pantai Utara). Keadaan awalnya (asli) Benteng Vredeburg Yogyakarta sebenarnya dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai bentuk pertahanan awal dari serangan musuh. Sedangkan saat ini parit tersebut hanya tersisa sebagian yang berada di bagian depan gerbang utama dan difungsikan sebagai drainase.

Hingga saat ini masih kita masih bisa menjumpai bastion yang berada disudut- sudut benteng. Diantaranya nama  bastion tersebut Jayapurusa (timur laut), Jayawisesa (barat laut), Jayaprayitna (tenggara), dan Jayaprokosaningprang (barat daya). Sedangkan pada bagian dalam Benteng Vredeburg di Yogyakarta, ada bangunan yang disebut dengan Pengapit Selatan dan Utara. Diperkirakan sebelumnya bangunan ini dulunya digunakan sebagai kantor administrasi.

Sejak dibangunya Benteng Vredeburg di Yogyakarta ini sudah beberapa kali mengalami perubahan fungsi, seperti yang anda ketahui saat ini. Benteng Vredeburg digunakan sebagai salah satu museum yang ada di Yogyakarta. Bangunan ini juga bisa menjadi alternatif dan sekaligus anda masukkan dalam daftar tempat wisata Yogyakarta yang akan anda kunjungi.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.