Beseprah, Tradisi Sarapan Massal Warga Kutai

Beseprah, the Tradition of Mass Breakfast for the People of Kutai

Helloindonesia.id – Di sela-sela Festival Erau, ada salah satu tradisi menarik yang layak untuk disimak. Tradisi tersebut adalah beseprah, tradisi sarapan massal yang diikuti berbagai lapisan masyarakat, pejabat daerah, dan kerabat Kesultanan, termasuk Sultan dan Putra Mahkota. Meski pesertanya berasal dari status sosial yang beragam, saat berlangsungnya acara ini perbedaan itu sama sekali tidak terasa. Mereka bersama-sama duduk bersila, menyantap hidangan dalam suasana akrab yang amat kental.

Dalam beseprah, para hadirin duduk secara berkelompok mengelilingi hidangan yang telah disediakan. Di masa lalu, beseprah diselenggarakan Sultan yang berkuasa sebagai jamuan persembahan bagi rakyatnya. Jamuan tersebut menjadi simbolisasi harapan dan doa yang dipanjatkan oleh Sultan agar dapat menjadi pemimpin yang selalu mengayomi masyarakat yang dipimpinnya. Acara ini pun menjadi perlambang keinginan Sultan untuk membaur dan merasakan yang dirasakan oleh rakyatnya.

Meski secara politis Kesultanan Kutai tidak lagi memerintah warga Kutai, nilai-nilai ini tetap dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kini, jamuan beseprah diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten beserta jajaran dinas yang dinaunginya dan dukungan berbagai pihak. Jika dahulu pihak Keraton yang menyuguhkan aneka hidangan bagi masyarakat, maka kini hidangan-hidangan tersebut disediakan oleh jajaran dinas Kabupaten Kutai.

Beseprah memang melambangkan kesejajaran antarberbagai kalangan masyarakat. Secara pemaknaan, beseprah berarti duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Penyelenggaraan ritual ini setiap tahunnya dapat dimaknai sebagai ajang menjalin rasa persaudaraan warga Kutai dan mempererat silaturahmi antarsesama. Selain itu, dalam tradisi ini, terdapat pesan moral bahwa seorang pemimpin haruslah dekat dan membaur dengan semua rakyatnya. [Ardee/IndonesiaKaya]